5
OnePlus 3 - Impressions

  1. christopheredbert
    Honeycomb Jun 21, 2016

    christopheredbert , Jun 21, 2016 :
    Halo komunitas OnePlus Indonesia!

    Sesuai yang sudah dijanjikan, berikut adalah ulasan saya tentang OnePlus 3. Sebenaranya bukan ‘full review’ juga karena full reviewnya harus ditulis dalam Bahasa Inggris, tapi setidaknya saya akan coba simpulkan beberapa plus dan minus dari OnePlus 3. Full review yang dalam Bahasa Inggris akan di-publish sekitar satu minggu / satu setengah minggu kedepan, jadi tunggu saja di main forum.

    PS. Saya sekarang sedang ditengah-tengah ujian, jadi belom punya banyak waktu untuk ambil-ambil foto dan screenshot. Nanti akan saya susulkan secepatnya.

    Unboxing

    Experience unboxing OnePlus 3 sebenarnya cukup sederhana, terutama karena packagingnya cukup mirip dengan OnePlus 2 dan OnePlus X. Di dalam box, bisa ditemukan OnePlus 3, wall adapter untuk ‘Dash Charge’, dan kabel USB type-C. Tentu saja ada Quick Start Guide dan SIM ejection tool.

    Adapter charging untuk OnePlus 3 memang lebih besar dari versi-versi sebelumnya (mengingat bahwa teknologi dibalik fast charging di OnePlus 3 sebenarnya terletak pada adapternya itu sendiri). Begitupula dengan kabelnya, memang bukan seperti kabel OnePlus yang biasanya (flat). Kabel untuk OnePlus 3 bentuknya bulat jadi lebih mirip kabel biasa, dan mungkin saja jadi lebih mudah ‘mbundet’.

    Yang cukup menarik adalah adanya kertas bertuliskan pesan dari Carl Pei, co-founder dan CEO OnePlus. Nggak tau sih ini hanya untuk review unitnya aja, tapi intinya pesannya tentang bagaimana OnePlus adalah tentang komunitas, dan semua feedback sangat dihargai oleh OnePlus. Disitu juga ada alamat e-mailnya Carl Pei sendiri ;)

    First Impressions

    Sudah jelas bahwa desain OnePlus 3 jauh berbeda dari HP OnePlus lainnya, terutama dengan pengunaan metal unibody sebagai bahan utamanya. HPnya cuma sekitar 7mm, jadi terasa cukup tipis, dan ringan. Dibandingkan dengan OnePlus 2 ataupun OnePlus One, OnePlus 3 memang terkesan jauh lebih premium.

    Namun sebenarnya desain dari OnePlus 3 tidak bisa disebut ‘original’. Desainnya sepertinya mendapat inspirasi dari Huawei atau mungkin HTC. Meskipun demikian, desain metal unibody HTC memang sudah dapat pujian dari dulunya, dan iPhone saja punya desain yang serupa. Jadi, menurut saya tidak ada masalah OnePlus menggunakan desain yang bukan paling fresh.

    Mungkin hanya salah satu hal yang saya kurang suka dengan desain OnePlus 3, yaitu camera bump nya yang cukup besar. Jadi kalo anda orang yang suka pakai HP tanpa case, mungkin agak terganggu karena akan gampang ‘kesenggol’. Saya sih rencananya akan pakai case jadi camera bumpnya nggak akan terasa.

    Satu lagi perubahan signifikan dalam hal desain adalah hilangnya Sandstone back. Tentu saja dengan penggunaan material metal, Sandstone harus dikorbankan. Tapi jangan khawatir, OnePlus punya banyak pilihan case (dari Sandstone, Kevlar, Bamboo, dll), walaupun casenya gak murah-murah amat, sekitar $19 untuk Sandstone dan $25 untuk yang lainnya. Hilangnya Sandstone memang berarti HPnya akan licin untuk dipegang, jadi memang harus ekstra hati-hati handlenya.

    Oh ya, fingerprint sensor di OnePlus 3 jauh berbeda dengan yang ada di OnePlus 2. Sensor yang ada di OnePlus 3 memang bukan main cepatnya, jauh dibawah 1 detik untuk unlock dengan fingerprint. Mungkin cuma butuh sekitar 0.3-0.5 detik karena memang cepat sekali.

    Layar

    Layar dari OnePlus 3 menggunakan teknologi AMOLED, mirip dengan yang ditemukan OnePlus X. Teknologi yang OnePlus gunakan bernama ‘Optic AMOLED’, walaupun sebenarnya ini hanyalah layar buatan Samsung yang sudah diseusaikan settingsnya oleh OnePlus.

    Saya rasa layar Full HD OnePlus 3 ini cukup baik. Viewing angles juga bagus, dan warna yang dihasilkan cukup saturated. Warna hitam juga terasa ‘benar-benar hitam’, seperti layar AMOLED lainnya. Meskipun demikian, tentu layar ini akan kalah jika diadu dengan layar Quad HD AMOLED milik Samsung, terutama karena layar OnePlus punya kerapatan piksel yang jauh lebih rendah.

    Untuk penggunaan sehari-hari, layar OnePlus 3 memang bagus. Layar cukup terang dibawah terik matahari, walaupun tidak punya keterangan maksimum yang menyamai OnePlus 2.

    Mungkin layar ini lemahnya untuk pengunaan virtual reality, terutama karena resolusinya tidak menyamai layar-layar 2K ataupun 4K. Android N akan meluncur dengan banyak integrasi dengan Daydream (platform Google untuk virtual reality), jadi memang VR akan menjadi sesuatu yang ‘hit’ dalam beberapa bulan kedepan. Walaupun begitu, hal ini tidak akan jadi masalah. Toh, siapa yang akan pakai VR hampir setiap hari juga :)

    Performa dan OS

    Ini mungkin bagian paling mantap dari OnePlus 3. Saya sampai sekarang belum merasakan adanya lag ataupun stutter, jadi kombinasi Snapdragon 820, 6GB RAM dan Adreno 530 GPU memang mantap. Menariknya, OnePlus 3 memang gak ada masalah overheating seperti yang pernah muncul di OnePlus 2. Semua hal terasa mulus deh.

    Yang perlu diperhatikan adalah bahwa performa HP itu tergantung sekali dengan OS nya. Untungnya Oxygen OS di OnePlus 3 kurang lebih berhasil menggunakan kekuatan hardwarenya untuk menghasilkan user experience yang smooth.

    Hal paling penting tentang performance mungkin tentang RAM disini. Walaupun RAMnya 6GB, banyak test menunjukkan bahwa OnePlus 3 masih kalah dengan Galaxy S7 Edge, dan ini sebenarnya karena OS di OnePlus 3. RAM ekstra yang dimiliki OnePlus 3 memang ditujukan untuk menghemat baterai (entah caranya gimana, mungkin dengan menggunakan memori ekstra sebagai backup memory). Hasilnya, jika sudah load suatu game yang besar (Asphalt 8 atau apapun), terus HP digunakan untuk membuka aplikasi lain, game itu akan otomatis ditutup, jadi kalau dibuka lagi harus loading ulang. Mungkin cukup mengganggu bagi para gamers, namun saya sendiri tidak nge-game, jadi menurut saya ini bukan masalah besar. Perlu diingat jika ini masalah OS, dan bisa diresolve dengan update Oxygen OS di masa depan, ataupun ROM third-party lainnya.

    Seperti biasa, Oxygen OS adalah OS milik OnePlus yang sangat mirip dengan stock Android OS. Keuntungan besarnya adalah performa menjadi sangat mulus, dan tentu saja pengunaan memori (untuk RAM dan juga ROM) akan dibawah merek-merek seperti Samsung (yang menggunakan TouchWiz) ataupun Xiaomi (MIUI).

    Audio

    Speaker di OnePlus 3 adalah speaker mono, dan walaupun bukan speaker stereo seperti di OnePlus One, speakernya cukup keras. Mengingat ini hanyalah speaker mono biasa, tidak ada hal yang special dari kualitasnya. Mungkin salah satu poin plus adalah kemampuan speakernya untuk mencegah distorsi yang berlebihan pada volume tinggi.

    3.5mm audio jack di OnePlus 3 ada di bagian bawah. Menariknya, audio driver di OnePlus 3 memang lebih bagus / mumpuni daripada yang ada di OnePlus One atau OnePlus 2. Susah dijelaskan jika tidak dicoba secara langsung. Yang pasti, kualitas music dan audio lainnya jika menggunakan earphone akan terasa berbeda. Saya menggunakan earphone Ultimate Ears UE900 dan RHA S500, dan jika dibandingkan dengan kualitas di OnePlus One, memang terasa ada peningkatan kualitas.

    --bersambung di part 2 karena limit karakter dalam setiap thread--
     

    #1
    Kevkum, ramzitm91, jsuhadi and 2 others like this.
  2. christopheredbert
    Honeycomb Jun 21, 2016

    christopheredbert , Jun 21, 2016 :
    --lanjutan daripada impressions part 1--

    Kamera


    Bagian ini memang lebih susah dijelaskan tanpa melihat hasil aslinya, jadi akan saya jelaskan dengan kata-kata terlebih dahulu.

    Kamera di OnePlus 3 menggunakan sensor Sony IMX298, sensor yang sama dengan di Xiaomi Mi5. Kualitasnya cukup mirip dengan Galaxy S7 Edge, terutama dalam kondisi cukup cahaya. Kamera di OnePlus 3 tampaknya sudah terprogram dengan sedikit sharpening di post-processing, jadi hasilnya nampak lebih tajam daripada biasanya.

    Kamera belakang OnePlus 3 menggunakan teknologi PDAF (phase detection auto-focus), teknologi yang sama dengan di Galaxy S7 / S7 Edge dan juga iPhone 6S. Autofokusnya sangat cepat dan rata-rata selalu akurat. Jangan khawatir jika tidak ada laser autofocus. Toh, laser auto-focus hanya efektif jika jarak focus objek dibawah 40cm dari sensor kamera.

    Kamera ini juga dilengkapi OIS dan EIS. Jadi ada teknologi stabilisasi optikal dan elektronik, yang gunanya untuk mencegah goyangan-goyangan berlebihan dalam mengambil gambar. Secara teori, teknologi ini akan sangat membantu dalam oengambilan gambar, namun perlu waktu lebih lama untuk membuktikannya lebih lanjut.

    Mungkin kelemahan utama kameranya adalah di low-light. Kameranya cenderung under-expose jika terlalu gelap. Dibandingkan dengan kamera Galaxy S7, memang kemampuan kamera OnePlus 3 untuk meng-capture detail lebih lemah. Mungkin hal ini karena max aperture di OnePlus 3 hanya f/2.0, dibandingkan f/1.7 di Galaxy S7.

    Performa di low-light masih bisa ditingkatkan dengan menggunakan manual mode, tapi tentu saja ini perlu sedikit pengetahuan tentang fotografi untuk mencari setting-an yang pas.

    Perlu diingat bahwa kecendrungan untuk under-expose ini berkaitan dengan software. Jadi seharusnya bisa dibetulkan dengan update software langsung dari OnePlus.

    Kamera depan di OnePlus 3 juga sangat mumpuni terutama dikelasnya. Kameranya menggunakan sensor 8MP, dan juga dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi senyuman. Jika fitur ini diaktifkan, kamera depan akan otomatis mengambil gambar setiap kali ada senyuman yang terdeteksi.

    Menurut saya kamera OnePlus memang bukan yang paling terbaik, namun bisa tergolongkan menjadi salah satu di papan atas. Nanti jika saya tidak lagi sibuk akan saya post beberapa sample photos.

    Baterai

    Baterai di OnePlus 3 memang terlihat seperti suatu kelemahan, mengingat sizenya yang lebih kecil daripada di OnePlus One ataupun OnePlus 2.

    Meskipun demikian, Oxygen OS berhasil meng-optimize pengunaan baterai di OnePlus 3. Saya rata2 mendapat screen-on time sekitar 4-4.5 jam dalam penggunaan normal. Pengunaan berat tentu akan membuat screen-on time jauh dibawah 4 jam (2 jam jika sangat berat seperti untuk bermain game terus-menerus dan memainkan musik dengan speaker, dan sekitar 3 jam jika lumayan berat untuk video call dll)

    Meskipun demikian, saya rasa OnePlus sebenarnya bisa menggunakan baterai yang lebih besar daripada 3000mAh, walaupun ini berarti akan merubah design sedikit (menjadi sedikit lebih tebal). Terutama dengan adanya camera bump, penambahan baterai sebenarnya bisa ‘menetralisir’ besarnya bump tersebut. Meskipun demikian, baterai adalah hal yang cukup objektif jadi tergantung setiap pengguna juga.

    Dengan kemampuan fast charging, baterai yang habis sebenarnya bukan menjadi masalah lagi. Klaim OnePlus bahwa HP bisa dicharge ke sekitar 60% dalam 30 menit memang benar. Dalam pengetesan saya, HP saya bisa dicharge dari 0-60% dalam sekitar 32 menit.

    OnePlus 3 menggunakan teknologi Dash Charge, yang cukup mirip dengan yang ditemukan di teknologi VOOC milik OPPO. Keuntungan penggunaan teknologi ini dibandingkan dengan Qualcomm Quick Charge adalah performance tidak akan turun jika HP sedang dicharge, dan kenaikan temperature tidak akan signifikan. Namun, kelemahannya adalah jika ingin me-charge dengan kecepatan Dash Charge, kabel dan adapter resminya perlu digunakan. OnePlus 3 juga dapat dicharge dengan powerbank ataupun charger USB type-C lainnya, namun tidak akan bisa menyamai kecepetan Dash Charge.

    Hal yang unik dari kemampuan quick charging adalah bagaimana fitur ini akan mengubah kebiasaan kita untuk menge-charge smartphone. Dengan kecepatan charging yang begitu tinggi, tidak perlu lagi menge-charge HP setiap malam sebelum tidur. Cukup charge setiap baterainya sudah mau habis.

    Selama ini sepertinya tidak ada powerbank yang kompatibel untuk Dash Charging (OPPO punya powerbank yang kompatibel dengan VOOC charging, namun kurang jelas apakah itu bisa digunakan untuk OnePlus 3).

    Kesimpulan


    Menurut saya OnePlus 3 adalah HP yang sangat ‘refined’, terutama dengan harganya yang masih jauh dibawah flagships lainnya. Banyak kesalahan-kesalahan di OnePlus 2 (seperti chipset yang tidak terlalu optimized dan juga USB type-C yang tidak ada fast charging) sudah dibenarkan di OnePlus 3.

    Tidak ada smartphone yang sempurna, namun jelas bahwa OnePlus 3 adalah salah satu upaya OnePlus untuk bergerak pada jalan yang benar.

    Semoga impressions ini berguna untuk sesama teman komunitas OnePlus. Foto-foto dan screenshot akan menyusul setelah saya tidak terlalu sibuk :)
     

    #2
    Papao, jsuhadi, Kimpol and 1 other person like this.
  3. rizaldy.wirawan
    Gingerbread Jun 21, 2016


    #3
  4. rizaldy.wirawan
    Gingerbread Jun 21, 2016

    rizaldy.wirawan , Jun 21, 2016 :
    Sayang banget ya...sudah ditunggu, tapi dia malah pergi jauh :(, byee byeeeeeee OnePlus :(, semoga kita semua bisa semakin dekat di Group FB :(
     

    #4
  5. lineoxkun
    Gingerbread Jun 23, 2016

    lineoxkun , Jun 23, 2016 :
    Aih, ngeri-ngeri sedap si 3 ini. Tergoda padahal baru minang si 2, jual beli 3 gak ya? :(:(
     

    #5
  6. djbage
    Cupcake Jun 23, 2016


    #6
  7. ramzitm91
    Gingerbread Jun 23, 2016

    ramzitm91 , Jun 23, 2016 :
    gan, beli dimana waktu itu? ane rencana nitip beli di hongkong, katanya bakal dapet UK version, itu network nya support di indo ga ya?
     

    #7
  8. christopheredbert
    Honeycomb Jun 23, 2016

    christopheredbert , Jun 23, 2016 :
    menang kontes nya oneplus. kalo mau pake yg Indo beli yang versi UK/Eropa kalo gak salah
     

    #8
  9. christopheredbert
    Honeycomb Jun 23, 2016

    christopheredbert , Jun 23, 2016 :
    kurang tau ya karena mungkin gak masuk, kalo impor sih jatuhnya mungkin kisaran 6jt keatas soalnya bakalan kena pajak
     

    #9
  10. christopheredbert
    Honeycomb Jun 23, 2016

    christopheredbert , Jun 23, 2016 :
    Kalo dari oneplus 2 ke oneplus 3 peningkatannya gak terlalu signifikan sih, jadi tergantung kalo memang mau Design yang beda ato mau bisa fast charging ya ganti ke OP3
     

    #10
    lineoxkun likes this.
  11. ramzitm91
    Gingerbread Jun 23, 2016

    ramzitm91 , Jun 23, 2016 :
    mantap, fix nitip beli berarti ane gan haha, thanks ya
    btw ada forumnya kah di kaskus? atau ada grup fb nya? mau join dongs
     

    #11
  12. christopheredbert
    Honeycomb Jun 23, 2016

    christopheredbert , Jun 23, 2016 :
    Kalo kaskus belom cek sih, tapi fb kayaknya ada. coba aja search OnePlus Indonesia di fb
     

    #12
    ramzitm91 likes this.
  13. ayam7971
    Cupcake Jun 23, 2016

    ayam7971 , Jun 23, 2016 :
    Wah menarik kalo versi HK bener2 bisa dipake di Indo.... Lebaran kesono soalnya ;)
     

    #13
  14. paragraph
    Froyo Jun 24, 2016


    #14
  15. ngengs
    Honeycomb Jun 26, 2016


    #15
  16. ngengs
    Honeycomb Jun 26, 2016


    #16
  17. ramzitm91
    Gingerbread Jun 27, 2016


    #17
  18. Papao
    KitKat Jun 28, 2016

    Papao , Jun 28, 2016 :
    Waduh .... gak bisa diungkap dgn kata2 deh .... liat lah secara viual ... recsel toped ... berani dan punya nyali impor OP3 sehingga ane bisa menikmatin nya ...: :D:D:D China A3000 ... :D:D:D

    upload_2016-6-28_15-23-42.jpeg

    upload_2016-6-28_15-24-4.jpeg

    upload_2016-6-28_15-24-26.jpeg

    upload_2016-6-28_15-24-42.jpeg

    upload_2016-6-28_15-24-59.jpeg
     

    #18
  19. ayam7971
    Cupcake Jun 28, 2016

    ayam7971 , Jun 28, 2016 :
    Buat bro papao, A3000 (china version) bisa dipake di indo yah? oh ya itu dapeting screen protectornya darimana? thanks.

    Masih bingung nih kalo beli dari oneplus HK (https://oneplus.net/hk/oneplus-3)apa bisa dipake di indonesia? Enlighten please.... Thanks in advance...
     

    #19
    Papao likes this.
  20. christopheredbert
    Honeycomb Jun 29, 2016


    #20
    Papao likes this.